Selfie Cantik ala OPPO F1



Mungkin tidak asing bagi kita, fenomena selfie. Ya, siapa sih yang nggak pernah selfie di dunia ini? Bahkan kakek saya yang sudah berumur 70 tahun sering selfie. Hasil selfie yang menarik membuat kita greget untuk menguploadnya di sosial media. Harus dipercaya, akan sangat malu dan gengsi kita untuk mengupload foto yang hasilnya nggak keren. Udah buram, gelap, dan ditambah wajah yang tidak layak untuk dinikmati. Enaknya dimana, coba? Habisin kouta aja buat ngestalk.

Seperti yang orang sudah tau, Aplikasi yang paling mendukung buat upload foto, adalah instagram. Foto yang hasilnya luar biasa bagus, membuat kita selalu ingin melihatnya. Saya sendiri, suka banget ngestalking post-postan teman-teman. Bahkan sampai kouta sekaratpun, saya tidak peduli. Selama itu menikmati keindahan.

Saya masih ingat kalimat teman saya yang mengatakan, “ Aplikasi kamera apapun itu, kalau memang muka nggak mendukung ya sudah hasil foto bakalan nggak bagus.” Saya tidak setuju sama teman saya ini. Menurut saya, foto itu tidak bergantung sama muka orang yang ngefoto, tapi bergantung dari apa yang ia pake untuk mengambil foto. Saya analogikan saja, orang kampung  yang kampungannya kebangetan kalau dipakein pakaian yang bergaya kekotaan hasilnya akan menyerupai orang kota asli. Jadi, bergantung dari apa yang dipakainya. Nah, jadi kalau memang nanti menghasilkan foto yang kurang bagus, jangan salahkan mukamu itu. Karena sama saja menyalahkan ciptaan Tuhan. Tapi, pikirkan kamu kameranya bagus atau nggak? Jangan main hakim sendiri nayalahin muka!

Selfie itu penting. Kalau ada yang bilang, “ Selfie itu pamer!”. Jawab aja, Emang! Lantas apalagi yng mau kamu pamerkan kalau bukan apa yang kamu miliki. Apa yang bisa didapat dari selfie? Banyak! Check it !  

         Menambah percaya diri
Kalian harus tau, dengan selfie percaya diri bisa meningkat. Dengan meningkatnya percaya diri itu, bisa membuat kalian lebih siap menghadapi hari-hari.

        Bisa mendeteksi penyakit
Dengan selfie, ada beberapa penyakit yang bisa dideteksi. Misalnya saja adalah penyakit anemia. Penyakit anemia ini sendiri bisa diketahui dengan cara melihat berbinar atau tidaknya mata. Selain itu, juga bisa mendeteksi penyakit kulit yang ada pada wajah. So, serba kirim foto doang ke dokter buat tau kalian punya penyakit atau tidak.

Sebenarnya begitu banyak, manfaat selfie. Untuk mendapatkan manfaat itu, harus didukung oleh fasilitas selfie yang berkualitas. Sebagai orang yang ingin mengarahkan ke jalan yang benar, saya sarankan untuk menggunakan OPPO F1. Mungkin kalian berpikir, harganya pasti mahal! Gengs, kalian harus mengubah pola pikir. Lebih baik mahal tapi berkualitas, daripada murah tapi tidak memuaskan. OPPO F1, salah satu keluaran OPPO yang mempunyai kualitas kamera yang sangat baik. Sehingga bisa membuat kalian pencinta selfie benar-benar puas, sepuas-puasnya.

Oppo Cameraphone dan selfie expert sangat pas untuk digunakan selifie karena dengan menggunakan kamera 8MP dan dilengkapi dengan flash screen yang bisa banget dibuat pake selfie dan video call. Dengan menggunakan HP ini maka kalian bisa  sepuasnya untuk selfie tanpa harus khawatir memori penuh. Kenapa ? Karena HP yang satu ini dilengkapi dengan memori 16 GB. Jadi, bisa selfie semau kita.

Nah, sekarang kalian tunggu apalagi? Masih bingung gimana cara buat belinya? Nggak usah bingung, gengs. Kita hidup di zaman modern, apa-apa online. Nggak perlu lagi repot buat pergi ke toko yang resikonya banyak. Bisa jadi di jalan pas pulang beli hape ada yang ngeerampok, atau bisa jadi pas di jalan pulang tiba-tiba mantan kamu datang menghampiri dan ngajakin kamu selfie pake hape baru kamu. Ih, nggak bangetkan hape kamu harus dipenuhi sama foto orang yang udah nyakitin hati. Simpan semua kekhawatiranmu, nak!

Kini kalian bisa membeli handphone ini di Blibli.com. Kalian bertanya kenapa harus di blibli.com? Simak baik-baik. Blibli.com merupakan situs jual beli online yang terpercaya dan menyediakan barang-barang  yang berkualitas. Termasuk buat beli handphone OPPO F1 ini. Selain itu, di blibli.com juga harga barang-barangya terjangkau. Misalnya saja, hape ini yang harganya jauh lebih murah dibandingkan harus membeli di toko. Kalian bisa cek harganya di Harga smartphone OPPO F1

Jadi, guys!  Kalian tunggu apalagi? Segera dapatkan dan miliki lebih dulu dibandingkan teman kalian. Biar keren gitu!.

Pentingnya Wajib Belajar 12 Tahun.


            Salah satu cita-cita Negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, maka dilakukanlah berbagai upaya. Sekarang, di Indonesia pemerintah telah membuat undang-undang tentang wajib pendidikan selama 12 tahun yang akan mulai pada tahun ajaran 2013/2014. Terciptanya undang-undang tersebut tidak lepas dari peran pemerintah, khususnya Menteri Pendidikan yang bertujuan agar anak-anak di Indonesia mendapat bekal untuk masa depan yang lebih baik. Salah satu latar belakang pemerintah mengeluarkan undang-undang tersebut adalah agar anak-anak di Indonesia menapatkan pendidikan yang layak, seperti ini sekarang ini pemerintah mewajibkan anak-anak Indonesia mengikuti pendidikan selama 12 tahun.

         Hal ini merupakan langkah pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak Indonesia yang merupakan generasi muda penerus bangsa. Pemerintah berharap kemajuan dan perkembangan bangsa Indonesia ada di tangan para generasi muda yang mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi.

          Program pemerintah ini merupakan upaya untuk memajukan perkembangan pendidikan di Indonesia. Dengan mewajibkan program ini, pemerintah berharap anak-anak Indonesia bisa mendapatkan pekerjaan layak di masa mendatang. Secara tidak langsung pemerintah ikut serta mengurangi angka pengangguran di Indonesia.


          Upaya untuk menjadikan wajib belajar selama 12 tahun ini, tentu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menjalankanya, melainkan juga menjadi kewajiban bagi setiap warga negara.

Generasi 2045

TUGAS 1

  NAMA             : DEWI ARMITHA BASRI
                NIM                 : 1512040010
                KELAS             : PENDIDIKAN FISIKA B
 


Penjelasan untuk kolom pertama, mengenai kriteria generasi emas RI:

Tepat pada tahun 2045, Indonesia genap berusia 100 Tahun. Dimana hal ini dikatakan usia emas. Menghadapi tahun emas Indonesia itu, maka berbagai persiapan telah dilakukan oleh bangsa Indonesia utamanya dalam menyiapkan generasi-generasi emas RI, yang kemudian disebut dengan generasi emas 2045. Hal ini kemudian menjadi pokok pembahasan diskusi dalam kelas kami, pendidikan fisika B. Telah dipaparkan bahwa ada tiga kriteria generasi emas Indonesia mendatang, diantaranya:

1.      Generasi yang sadar dan paham betul bahwa dirinya adalah makhluk ciptaan yang maha kuasa. Dari diskusi yang telah dilakukan, saya menyimpulkan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama sehingga segala peraturan yang dibuat di Indonesia selalu berkaitan dengan nilai agama baik itu agama islam, kristen, budha, maupun hindu. Dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045, nilai agama harus mendapatkan perhatian khusus untuk ditekankan pada diri generasi-generasi mendatang. Karena bercermin pada apa yang sedang terjadi sekarang, generasi-generasi mulai mengalami kerusakan moral. Hal ini dikarenakan kurangnya penanaman nilai agama pada generasi tersebut. Menurut saya sendiri, penanaman nilai agama pada diri generasi dapat dilakukan dengan adanya pembelajaran pendidikan agama di sekolah. Hal ini menurut saya cukup baik untuk diterapkan, meskipun hasilnya belum tentu seperti apa yang kita inginkan. Misalkan saja sekarang, meskipun pelajaran agama di sekolah sudah lama dilaksanakan, tapi belum semua siswa/i bisa melaksanakan dengan baik sholat. Dari saya sendiri, harusnya intensitas pembelajaran pendidikan agama di Sekolah harus ditingkatkan. Seperti pengalaman saya, pelajaran agama hanya ada 1 kali dalam seminggunya. Sedangkan pelajaran seperti Matematika, Fisika, dan Biologi dipelajari 2 kali seminggu. Padahal kalau kita pikir-pikir, pembelajaran semacam pendidikan agama ini, sangatlah penting adanya karena apalah gunanya ilmu yang begitu cemerlang, kalau nilai agama yang dimiliki oleh generasi-generasi kita nantinya sangat minim. Maka dari itu, mulai dari sekarang semua pihak haruslah berusaha bersama-sama untuk menanamkan nilai agama dalam setiap segi kehidupan agar nantinya berdampak  baik bagi tingkah laku generasi emas RI yang mana kita ketahui bahwa nasib negara kita nantinya ada ditangan mereka.

2.      Generasi yang memiliki tradisi budaya keilmuan yang memadai. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya  akan nilai-nilai budayanya. Menghadapi usia emas Indonesia pada tahun 2045 mendatang, maka tidak bisa dipungkiri akan banyak juga tantangan yang akan menghampiri. Misalnya saja, datangnya budaya-budaya luar yang masuk ke Indonesia yang bisa saja merusak generasi-generasi dengan cara melupakan budayanya sendiri. Sebagai contoh, LGBT. Di luar sana, budaya seperti ini sangat lazim namun jika di Indonesia hal ini dipandang sebagai sebuah pelanggaran. Tapi, hal seperti ini tidak bisa tolak, maka dari itu agar hal ini tidak merusak atau merambah ke generasi-generasi bangsa Indonesia maka perlu adanya benteng untuk menahan pengaruh-pengaruh buruk. Dan menurut saya, nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia sangatlah bisa membentengi itu semua. Salah satu nilai budaya yang menurut saya sangat bagus adalah nilai-nilai budaya yang ada pada suku bugis. Misalnya, pepatah bugis yang berbunyi siri’ na paccing. Jika nilai ini bisa kita terapkan maka tidak menutup kemungkinan hal-hal dari luar bisa kita tangkis. Bangsa Indonesia dalam mempersiapkan generasi emas 2045, dituntut untuk menyiapkan generasi yang cerdas dalam segala bidang dan juga perlu ditingkatkan mutu pendidikan yang ada di Indonesia. Karena di masa yang mendatang, kehidupan bangsa ada pada generasi-generasi emas. Sehingga, harapan untuk menjadikan negara yang maju, harus dimulai dengan menyiapkan generasi-generasi yang cerdas secara intelektual maupun emotional.

3.      Generasi yang cinta dan bangga terhadap tanah air. Bagaimana generasi-generasi bisa menata kehidupan bangsa 2045 mendatang jika tidak ada rasa cinta didalam hati mereka akan tanah air dan bangsa Indonesia? Tentu mustahil. Karena sesuatu akan berjalan dengan mulus jika dilakukan dengan rasa cinta. Dalam menyiapkan generasi 2045, para generasi ini harus ditanamkan dalam jiwa mereka akan rasa bangga dan cinta tanah air. Hal ini bisa dilakukan dengan cara paling sederhana terlebih dahulu, misalnya generasi-generasi ini menggunakan produk Indonesia baik dari segi apapun. Dengan cara sederhana seperti ini, maka lama-kelamaan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air akan tumbuh dengan sendirinya. Sehingga apabila rasa cinta itu sudah ada, maka secara langsung generasi-generasi ini akan menjalani hidupnya dengan berlandaskan atau berpedoman dengan apa yang telah menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia. Yakni, mengenai karakter pancasila. Harusnya generasi yang sedang dipersiapkan untuk menghadapi 2045  mendatang, menerapkan karakter pancasila dalam kehidupan karena dengan begitu nilai-nilai ini juga bisa menjadi filter bagi datangnya pengaruh buruk dari luar yang bisa saja merusak karakter atau moral dari generasi-generasi tersebut.

Menyikapi kriteria generasi emas 2045, memberikan kita referensi bagaimana seharusnya generasi-generasi itu dipersiapkan. Dengan kriteria ini, maka bisa memberikan bangsa Indonesia kesempatan untuk mempersiapkan generasi-generasi emas seperti yang dijelaskan dalam ketiga poin tadi.

Penjelasan untuk kolom kedua, mengenai kriteria sekolah yang menjadi taman siswa:
            Seperti yang pernah terlontar dari bibir Ki hajar Dewantara, yang menyatakan bahwa sekolah itu harus kita pandang sebagai taman, atau taman siswa. Dimana Taman itu sendiri bermakna kita datang dengan senang hati, kemudian melakukan sesuatu di sana juga dengan senang hati, dan akan merasa berat hati saat akan meninggalkannya. Tentu ini adalah harapan dari semua pihak yang bergelut di dunia pendidikan. Namun, kenyataan di lapangan, tidak semua sekolah bisa kita katakan sebagai taman siswa. Maka dari itu, untuk menggolongkan sebuah sekolah menjadi taman siswa, kita perlu mengetahui apa saja yang menjadi kriteria dari taman siswa itu sendiri. Berikut beberapa kriteria dari taman siswa yang saya peroleh dari pemikiran saya sendiri dan beberapa hasil diskusi yang dilaksanakan di kelas:

1.      Adanya Fasilitas yang mendukung. Sebuah sekolah memang seharusnya memiliki fasilitas yang lengkap demi menjamin lancarnya proses pembelajaran. Dengan adanya fasilitas yang memadai, maka secara langsung juga akan memberikan dampak positif bagi para peserta didik yang sedang melakukan proses pembelajaran. Misalnya saja, fasilitas laboratorium. Tentu fasilitas semacam ini sangat penting, karena beberapa materi perlu dilakukan percobaan/praktikum/eksprimen demi membuktikan atau mempraktekkan teori yang telah didapatkan di dalam kelas. Atau misalnya saja fasilitas olahraga semacam bola basket, tanpa adanya bola basket tentu pelajaran mengenai basket hanya berupa teori dan tidak bisa dipraktekkan. Pastinya, ini akan menimbulkan kebingungan pada peserta didik karena hanya mendapatkan teori tanpa praktek. Namun, kita juga tidak bisa mengatakan bahwa kurangnya fasilitas tidak bisa membuat suatu sekolah dikatakan taman siswa. Malahan, kurangnya fasilitas bisa membuat seorang pendidik maupun peserta didik menjadi kreatif. Contoh kecil, seorang guru fisika ingin menjelaskan materi mengenai optik. Namun, di sekolah tersebut, tidak terdapat alat peraga berupa alat optik. Sehingga sang gurupun terpacu kreatifitasnya untuk menggunakan mata sebagai alat peraga.

2.      Pendidik yang menyenangkan. Sebagai sebuah perumpamaan, guru saya umpakan sebagai seorang tuan rumah. Sedangkan peserta didik saya jadikan sebagai tamu. Tamu akan betah berlama-lama di sebuah rumah, jika memang tuan rumahnya menyenangkan. Begitu halnya dengan peserta didik yang  akan merasa betah berlama-lama di sekolah jika pendidiknya juga menyenangkan. Penggambaran menyenangkan disini adalah guru yang mana bisa membuat sebuah pembelajaran di kelas menjadi hidup dengan ide-ide kreatifnya, cara mengajar yang baik, dan juga memang ramah dan dicintai oleh peserta didiknya. Dengan hal-hal menyenangkan yang dimiliki oleh pendidik seperti ini, maka secara otomatis peserta didik akan merasa senang dalam proses pembelajaran dan akan betah berlama-lama di sekolah sehingga bisa kita anggap sekolah tersebut sudah menjadi taman siswa.

3.      Suasana sekolah yang kondusif. Dalam artian, sekolah tersebut memberikan rasa aman, nyaman, tentram, dan juga kebahagian bagi para penghuninya. Rasa aman bisa di wujudkan dengan adanya security yang menjaga sekolah tersebut. Rasa nyaman bisa diwujudkan dengan kebersihan lingkungan sekolah sehingga harus ada partisipasi dari semua pihak untuk menjaga lingkungan tersebut. Rasa tentram dan bahagia akan secara otomatis terwujud jika memang rasa nyaman dan aman sudah tercipta.

Demi terwujudnya taman siswa, maka harus ada sumbangsih dari semua pihak baik itu dari pihak pendidik maupun dari pihak peserta didik. Sehingga dengan terwujudnya kerja sama maka bisa diwujudkan sekolah yang disebut sebagai taman siswa.





Tips Menghadapi Ujian Nasional

Assalamu alaikum, temans.
Selamat malam minggu bagi yang menikmati.

Liburan gue sudah usai. Itu artinya gue sudah nggak di kampung tercinta. Gue harus merantau lagi buat nimba ilmu dan meninggalkan semua kenikmatan yang ada di rumah. Minggu pertama di semester dua, gue masih belum sibuk. Gue masih santai dan masih banyak mainnya. Namun demikian, gue tetap melakukan sesuatu yang bermanfaat. Misalnya saja mengikuti bimbel buat melatih kemampuan dalam menjawab soal-soal fisika dasar, kemudian terakhir yang tadi  pagi gue ikutin yaitu first meeting volunteer.

Karena belum sibuk, makanya gue nulis di blog. Tapi, memang rencananya ( semoga aja) gue akan kembali mengupdate tiap minggu diblog. Dan semoga saja kouta gue mendukung. Karena mengingat kouta yang semakin kesini semakin mahal harganya.

Di malam yang berbahagia ini, gue akan membahas mengenai Ujian Nasional. Siapa sih yang nggak kenal dengan Ujian Nasional atau yang sering disingkat UN. Bagi gue UN itu rasanya seperti berperang di medan perang. Buat menuju ke medan perangnya, kita butuh banyak persiapan dan begitu pula dengan UN. Buat menghadapi UN dan nggak dapat nilai asal-asalan, kalian harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.

Jujur saja, nilai UN gue agak mengecewakan. Bahkan guru gue kecewa. Bukan karena gue nggak mempersiapkan sesuatunya dengan matang. Gue bahkan mengikuti les yang dilaksanakan di sekolah sampai sore, kemudian di rumah gue belajar sampai tengah malam, dan gue ngorbanin waktu main gue. Semuanya gue persiapkan dengan sebaik-baiknya. Tapi, sayang nilai UN gue nggak masuk sepuluh besar di sekolahan. Bahkan, nilai gue udah hampir berada di peringkat terbawah. Namun, gue nggak panik dan merasa sangat stress, karena gue telah berusaha dan melakukannya dengan jujur. Gue tau semua yang dilakukan dengan baik, maka hasilnya akan baik juga. Meskipun nilai gue buruk saat itu, tapi hikmahnya gue lulus SNMPTN. Ini berkat nilai rapor gue yang alhamdulillah lumayan bagus.
                Nah, buat kalian yang akan menghadapi UN. Gue akan memberikan beberapa tips  gimana caranya menghadapi UN biar tetap santai dan bisa mendapatkan nilai yang maksimal.

 Berdoa setiap saat
Tuhan akan melihat setiap apa yang dilakukan oleh hambanya. Sambil kalian berusaha, selalulah berdoa. Supaya kerja yang dilakukan bisa mendapat nilai kebaikan disisi Tuhan. Berdoalah kepada Tuhan supaya diberikan kesehatan, dijauhkan dari kemalasan untuk belajar, dan dipermudahkan dalam menjawab soal-soal nanti. Sebagai saran, cobalah untuk bangun sholat tahajud saat malam, dan laksanakan pula sholat duha. InsyaAllah, semuanya akan diberi kelancaran.

        Minta restu orang tua
UN sebentar lagi, dan ada baiknya sebelum menghadapinya kalian meminta maaf dululah kepada orang-orang yanga da disekitar kalian. Terutama sama orang tua. Jangan sampai karena ada benci yang mempersulit masuknya ilmu kedalam otak kalian. Selain itu, cobalah untuk meminta restu kepada orang tua dan meminta mereka untuk mendoakan kalian. Sebagai sarannya lagi, cobalah untuk mencuci kaki ibu kalian lalu minum airnya. InsyaAllah, ada manfaatnya. Hal ini pernah diajarkan oleh seorang ustasd saat menghadiri acara perpisahan di sekolah gue.

        Jaga kesehatan
Sekalipun persiapan dalam pelajaran sudah matang, tapi kalau kesehatan kalain terganggu pada hari H, maka  sama saja artinya kalian sudah merusak nilai kalian. Kalian tau, kesehatan itu benar-benar mempengaruhi segala hal. Tubuh yang kurang sehat, maka menyebabkan orak sulit untuk berpikir.Nanti jadinya malah kesulitan menjawab soal-soal UN. Maka dari itu, mulai saat ini jagalah pola makan, atur waktu istirahat, berolahraga, dan jangan begadang serta konsumsi vitamin.

       Banyak latihan soal
Dulu sebelum gue UN, gue mencoba untuk mengumpulkan semua soal UN dari tahun-tahun sebelumnya. Dan gue berusaha mengerjakannya. Cobalah untuk setiap hari, kalian mengerjakan soal 50-100 soal. Gue yakin, kalian akan lulus UN dengan nilai yang bagus. Namun, demikian kalian perlu ingat bahwa jangan sampai belajar membuat kalian stress. Cobalah disela-sela belajar untuk rehat sejenak dengan mendengarkan musik atau berkumpul bersama keluarga.

       Jangan Belajar berat pas hari H
Saat hari H, jangan sekali-kali belahar terlalu berat. Bahkan sampai begadang. Hal ini malah merugikan. Kalian cukup membaca beberapa soal atau rangkuman pelajaran kalian. Gue anjurin setelah selesai sholat subuh, kalian membaca rangkuman karena membuat pikiran lebih segar dan mudah menerima pelajaran. Pas malam, tidurlah lebih awal.

Coba lakuin apa yang gue saranin di atas. InsyaAllah, kalian akan mendapatkan hasil yang terbaik. Gue tekankan, jangan sekali-kali menyontek saat Ujian Nasional. Kalian harus tau, bahwa Negara ini tidak membutuhkan orang yang cerdas dengan nilai yang begitu tinggi, tapi negara ini butuh orang yang memiliki akhlak yang baik dan jujur dalam berperilaku. Apalagi UN, bukanlah penentu satu-satunya kelulusan kalian. Jadi, jangan terlalu ngotot untuk mendapatkan nilai yang tinggi dan menghalalkan segala cara. Lakukan saja sebaik mungkin dan Tuhan akan bekerja untuk kalian. Persiapkan mulai sekarang, sebelum kalian menyesal!!!!



Liburan

Selamat hari senin. Kalian bahagia hari ini? Gue bahagia hari ini. Jangan lupa bahagia geng!
Setelah menempuh perjuangan keras menghadapi semester satu yang katanya masih ujung-ujung pahitnya kuliah, gue bisa memproklamirkan bahwa gue sudah liburan. Gue sudah hampir masuk semester dua. Rasanya baru kemarin gue nungguin hasil pengumuman kelulusan masuk PTN. 

Karena begitu sibuknya gue sampai-sampai  sering lupa makan dan sering tidur kemalaman. Akhirnya, gue jatuh sakit. Gimana rasanya sakit dan jauh dari orang tua itu, luar biasa nggak enak. Mau bilang ke tetangga kamar juga nggak enak, karena semua pada senior. Sedangkan yang sesama maba, sudah pada liburan. Resiko anak MIPA, liburannya telat. Awalnya, gue bilang ke orang tua, gue masih bisa nahan. Tapi, akhirnya nggak bisa juga. Guepun meminta orang tua buat datang jengukin gue. Padahal waktu itu, masa-masanya mengumpulkan dan meminta tanda tangan asisten. Tapi, untunglah teman-teman gue mau bantuin. Jadi semuanya selesai. Jadi, selama 4 hari itu, gue benar-benar istirahat total. Syukurlah, semua final berakhir meskpun ada satu yang belum dan berhasil bikin libur gue tertunda terus.

Liburan yang akan berlangsung selama 3 minggu ini akan benar-benar gue manfaatkan. Gue mau luangkan untuk keluarga, teman-teman SMA, makanan, blog dan juga televisi. Rencana demi rencana gue sudah susun, tinggal ngejalanin segalanya. Mulai dari buku-buku yang gue udah kumpulin buat dibaca karena dulu nggak sempat dibaca, ngumpulin link video yang mau didownload, dan ngumpulin nyali buat naikin berat badan.

Selama dikampung, kerjaan gue juga gak jauh-jauh dari main hape, baca buku, nonton tv, sama makan tidur. Setelah akhirnya di kampung, gue datangin semua teman-teman SMA. Hingga saat ini baru ada beberapa yang telah gue temui. Kalau di kampung begini, gue bawaannya pasti kangen kost. Pasnya di kost, gue kangen kampung. Bunuh gue sekarang!!! Jangan! Gue belum sarjana !